Minggu, 10 Februari 2013

SERVICE ENGINE


MEMELIHARA/SERVIS ENGINE DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA

1. URAIAN

Suatu kendaraan m,emerlukan adanya tenaga luar yang memungkinkan kendaraan dapat bergerak serta dapat mengatasi keadaan, jalan, udara dan sebagainya. Sumber dari luar yang menghasilkan tenaga disebut mesin. Mesin merupakan alat yang merubah tenaga panas, listrik, air, angin, tenaga atom atau sumber tenaga lainnya menjadi tenaga mekanik, Mesin merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik disebut motor bakar ( thermal engine )
Motor bakar ada beberapa macam, yaitu mesin bensin, mesin diesel, mesin turbin dan lain-lainny, yang menghasilkan tenaga panas yang dihasilkan dari dalam mesin itu sendiri disebut motor pembakaran dalam ( internal combustion engine ) sebagai contoh mesin bensin, mesin diesel, mesin turbin. Tenaga panas yang dihasilkan diluar dari mesin itu sendiri disebut motor pembakaran luar ( external combustion engine ) contohnya mesin uap, mesin nuklir dan lainn-lainnya.

Karakteristik mesin bensin dan mesin diesel adalah sebagai berikut :

a.
Mesin Bensin :
- Kecepatannya tinggi dan tenaganya besar
- Mudah pengoperasiannya
- Pembakarannya sempurna
- Umumnya digunakan untuk mobil penumpang dan kendaraan truck kecil

b.
Mesin Diesel  :
- Efisiensi panasnya tinggi
- Bahan bakarnya hemat
- Kecepatanya lebih rendah dibandingkan mesin bensin
- Getarannya besar dan agak berisik
- Harganya lebih mahal
- Umumya dipergunakan untuk niaga dan kendaraan besar/ truck/ bus


1.       PRINSIP KERJA MESIN

Pada gambar skema mesin bensin, campuran udara dan bensin dihisap kedalam silinder, kemudian dikompresikan oleh torak saat bergerak naik, bila campuran udar dan bensin terbakar dengan adanya api dari busi yang panas sekali, maka akan menghasilkan tekanan gas pembakaran yang besar didalam selinder. Tekanan gas pembakaran ini mendorong torak ke bawah, yang menggerakan torak turun naik dengan bebas didalam silinder. Dari gerak lurus ( naik turun) torak dirubah menjadi gerak putar pada poros engkol melalui batang torak. Gerak putar inilah yang menghasilkan tenaga pad mobil.
Posisi tertinggi yang dicapai oleh torak didalam silinder disebut Titik Mati Atas (TMA), dan posisi terendah disebut Titik Mati Bawah (TMB), jarak bergeraknya torak antara TMA dan TMB disebut langkah torak (stroke)


Campuran udara dan bensin dihisap didalam silinder dan gas yang telah terbakar harus keluar, dan ini harus berlangsung secara tetap. Pekerjaan ini dilakukan dengan adanya gerakan torak yang turun-naik didalam silinder. Proses menghisap campuran udara dan bensin  kedalam silinder, mengkompresikan, membakarnya dan mengeluarkan gas bekas dari silinder disebut satu siklus

Ada juga mesin yang tiap siklus terdiri dari dua langkah torak, mesin ini disebut mesin 2 langkah (two stroke engine). Poros engkolnya berputar satu kali selama torak menyelesaikan dua langkah, sedangkan mesin 4 langkah ( four stroke engine ) poros engkol berputar dua putaran penuh selama torak menyelesaikan empat langkah dalam tiap satu siklus.



























Langkah Hisap :

Campuran udara dan bensin dihisap kedalam silinder, katup hisap terbuka sedangakan katup buang tertutup, waktu torak bergerak ke bawah, menyebabkan ruang silinder menjadi vakum, masuknya campuran udara dan bensin kedalam silinder disebabkan adanya tekanan udara luar.



Langkah Kompresi  :

Campuran udara dan bensin dikompresikan, katup hisap dan katup buang tertutup, waktu torak mulai naik dari titik mati bawah  (TMB) ke titik mati atas (TMA) campuaran yang dihisap tadi dikompresikan, akibatnya tekanan dan temperaturnya menjadi naik, sehingga akan mudah terbakar, poros engkol berputar satu kali, ketika torak mencapai TMA

Langkah Usaha   :

Mesin menghasilkan tenaga untuk menggerakan kendaraan sesaat sebelum torak mencapai TMA pada saat langkah kompresi, Busi memberi loncatan api pada campuran yang telah dikompresikan, dengan terjadinya Pembakaran, kekuatan dari tekanan gas pembakaran yang tinggi mendorong torak ke bawah. Usaha ini yang menjadi tenaga mesin ( Engine Power ).

Langkah Buang  :

Gas yang terbakar dibuang dari dalam silinder, katup buang terbuka, torak bergerak dari TMB ke TMA mendorong gas bekas keluar silinder, ketika torak mencapai TMA, akan mulai bergerak lagi untuk persiapan langkah berikutnya , yaitu langkah hisap.

Poros engkol telah melakukan 2 putaran penuh dalam 1 siklus terdiri dari 4 langkah yaitu hisap, kompresi, usaha, buang yang merupakan dasar kerja dari mesin 4 langkah


2.       KONSTRUKSI MESIN

Mesin bensin terdiri dari mesin itu sendiri dan berbagai macam alat bantua lainnya, sedang mesin itu sendiri terdiri dari Blok silinder, kepala silinder, torak, poros engkol dan mekanisme katup, alat bantu lainnya pada mesin dirancang untuk membantu kerja mesin diantaranya  pelumasan, pendinginan, pemasukan dan pembuangan (intake and exhaust), bahan bakar dan sistem kelistrikan.

a. Blok Silinder

Blok Silinder merupakan inti daripada mesin, yang terbuat dari besi tuang atau alumunium, bahwa alumunium mempunyai sifat ringan dan meradiasikan panas yang lebih efisiensi dibandingkan dengan besi tuang. Blok silinder dilengkapi rangka pada bagian dinding luar untuk memberikan kekuatan pada mesin dan membantu meradiasikan panas, Blok silinder terdiri dari beberapa lubang tabung silinder, yang didalamnya terdapat torakyang bergerak turun naik.
Silinder-silinder ditutup pada bagian atasnya oleh kepala silinder yang dijamin oleh gasket kepala silinder yang letaknya antara blok silinder dan kepla silinder, Crankcase terpasang dibagian bawah blok silinder dan poros engkol dan bak oli termasuk dalam crankcase. Poros nok juga diletakan dalam blok silinder, hanya pada tipe OHV (Over Head Valve) pada mesin yang modern poros nok berada didalam kepala silinder.
Silinder-silinder dikelilingi oleh mantel pendingin(water jacket) untuk membantu pendinginan, Perlengkapan lainnya seperti starter, alternator, pompa bensiin, distributor dipasang pada bagian samping blok silinder.
Tenaga panas ( thermal energy ) yang dihasilkan oleh pembakaran bensin dirubah kedalam tenaga mekanik dengan adanya gerak naik-turun torak dalam tiap-tiap silinder. Mesin harus memenuhi kedua kebutuhan, dengan tujuan untuk merubahtenaga panas menjadi energi mekanik seefisien mungkin :
- Tidak boleh terdapat kebocoran campuran bahan bakar dan udara saat berlangsungnya kompresi atau kebocoran gas pembakaran antara silinder dan torak.
- Tahanan gesek antara torak dan silinder harus sekecil mungkin.
Oleh sebab itu pembuatan silinder diperlukan ketelitian yang tinggi.






b. Kepala Silinder

Kepala silinderr (cylinder head) ditempatkan dibagian atas blok silinder, pada bagian bawah kepala silinder terdapat ruang bakar dan katup-katup. Kepala silinder harus tahan terhadap temperatur dan tekanan yang tinggi selama mesin bekerja, oleh sebab itu umumnya kepala silinder dibuat dari besi tuang.




Akhir-akhir ini banyak mesin yang kepal silindernya dibuat dari paduan alumunium. Kepal silinder yang terbuat dari paduan alumunium memiliki kemampuan pendinginan lebih besar dibanding dengan yang terbuat dari besi tuang, pada kepal silinder juga dilengkapi dengan mantel pendingin yang dialiri air pendingin yang datang dari blok silinder untuk mendinginkan katup-katup dan busi.

c. Jenis Ruang Bakar

Bentuk ruang bakar sangat berpengaruh dengan adanaya penempatan dua buah katup dan busi. Ada beberapa macam atau jenis ruang bakar yang umum digunakan :

1. Ruang bakar Model setengah bulat (Hemispherical Comustion Chamber)
Ruang baker model ini mempunyai permukaan yang kecil disbanding dengan jenis ruang baker lain yang sama kapasitasnya, ini berarti panas yang hilang sedikit (efisiensi panas tinggi) dibanding dengan model lainnya. Disamping itu memungkinkan efisiensi saat pemasukan dan pembuangan (intake & exhaust) lebih tinggi.
Ruang baker model ini konstruksinya lebih sempurna namun penempatan mekanisme katupnya menjadi lebih rumit.

1.        Ruang Bakar Model Baji (Wedge Type Combustion Chamber)
Ruang baker model ini kehilangan panasnya juga kecil, konstruksi mekanisme katupnya lebih sederhana bila dinbandingkan dengan ruang baker model stengah bulat








2.        Ruang Bakar Model Bak Mandi (Bathtup Tipe Combustion Chamber)
Ruang bakar model ini konstruksinya sederhana, dan biaya produksinya lebih rendah. Hal ini disebabkan diameter katupnya lebih kecil, tetapi saat pengisapan (intake) atau pembuangan (exhaust) kurang sempurna dibanding dengan jenis ruang bakar model setengah bulat.

3.        Ruang Bakar Model Pent Roop
Ruang bakar model ini umumya digunakan pada mesin yang mempunyai jumlah katup hisap atau katup buang lebih dari 2 dalam tiap-tiap silinder, yang disusun sedemikian rupa anatar katup dan poros noknya. Disebut model pent roop sebab membentuk segi empat, baik tegak atau mendatar.
Bila dihubungkan ke titik pusat akan menyerupai atap suatu bangunan, model ini selain memberikan efek semburan yang baik dan lebih cepat terbakar, juga penempatan businya ditengah-tengah ruang bakar.

d. Gasket Kepal Silinder

Gasket kepal silinder letaknya antara blok silinder dan kepala silinder, fungsinya untuk mencegah kebocoran gas pembakaran, air pendingin dan oli. Gasket kepla silinder harus tahan panas dan tekanan dalam setiap perubahan temperatur. Umumnya gasket dibuat dari carbon  clad sheet steel ( gabungan carbon dengan lempengan baja) karbon itu sendiri melekat dengan grafite dan kedua-duanya berfungsi untuk mencegah kebocoran yang ditimbulkan antara blok silinder dan kepal silinder, serta untuk menabmah kemampuan melekat pada gasket.


e. Bak Oli (Oil Pan)

Bagian bawah dari blik silinder disebut bak engkol (crank case), bak oli (oil Pan) dibautkan pada bak engkol dengan diberi paking seal atau gasket. Bak oli dibuat dari baja yang dicetak dan dilengkapi dengan penyekat (separator) untuk menjaga gara permukaan oli tetap rata ketika kendaraan pada posisi miring, selain itu juga dirancang sedemikian rupa agar di mesin tidak akan berpindah (berubah posisi permukaannya) pada saat kendaraan berhenti secara tiba-tiba dan menjamin bekerjany pompa oli tidak akan kekurangan oli pada aetiap saat. Penyumbat oli (drain plug) letaknya dibagian bawah bak oli dan fungsinya untuk  mengeluarkan oli mesin bekas




f. Torak

Torak bergerak turun naik didalam silinder untuk melakukan langkah hisap, kompresi, pembakaran, dan pembuangan, fungsi utama torak untuk menerima tekanan pembakaran dan meneruskan tekanan untuk memutar poros engkol melalui batang torak (connecting rod).
Torak terus menerus menerima temperatur dan tekanan yang tinggi sehingga harus dapat tahan saat mesin beroperasi pada kecepatan tinggi untuk periode waktu yang lama, pada umumnya torak dibuat dari paduan alumunium, selain lebih ringan radiasi panasnya juga lebih efisien dibanding dengan material lainnya.



Pada saat torak menjadi panas akan terjadi sedikit pemuaian dan mengakibatkan diameternya akan bertambah. Untuk mencegah hal ini pad mesin harus ada semacam celah yaitu jarak yang disedikan untuk temperatur ruang lebih kurang 25oC antara torak dan silinder, jarak ini disebut celah torak ( piston clearance ).
Celah torak bervariasi dan ini tergantung dari model mesinnya, dan umumnya antara 0,02 – 0,12 mm. Mentuk torak agak sedikit tirus, diameter bagian atasnya lebih kecil dibandingkan dengan diameter bagian bawahnya, selain itu celah torak bagian atsnya lebih besar dan bagian bawahnya lebih kecil.


1. Celah Torak
Celah torak penting sekali untuk memperbaiki fungsi mesin dan mendapatkan kemampuan mesin yang lebih baik. Bila celah terlalu kecil, maka akan tidak ada celah antara torak dan silinder ketika torak panas, hal ini akan menyebabkan torak menekan dinding silinder, hal ini akan merusak mesin.
Bila celah torak berlebhan, tekanan kompresi dan tekanan gas pembakarannya akan menjadi rendah, dan akan menurunkan kemampuan mesin.




2. Pegas Torak
Pegas torak (piston ring) dipasang dalam alur ring (ring groove) pada torak, diameter luar ring torak sedikit lebih besar dibanding dengan torak itu sendiri, ketika terpasang pada torak, karena pegas torak sifatnya elastis menyebabkan mengembang, sehingga menutup dengan rapat pada dinding silinder. Peags torak terbuat dari bahan yang dapat bertahan lama. Umunya dibuat dari baja tuang spesial,yang tidak akan merusak dinding silinder.
Jumlah pegas torak bermacam-macam tergantung jenis mesin dan umumnya 3 sampai 4 pegas torak untuk setiap toraknya.


Pegas torak mempunyai 3 peranan penting :
a. mencegah kebocoran campuran udara dan bensin serta gas pembakaran yang melalui celah antara torak dengan dinding silinder ke dalam bak engkol selama langkah kompresi dan langkah usaha.
b. Mencegah oli yang melumasi torak dan silinder masuk ke ruang bakar.
c. Memindahkan panas dari torak ke dinding silinder untuk membantu mendinginkan torak.

2.1. Pegas Kompresi

Pegas kompresi (compression ring) berfungsi untuk mencegah kebocoran campuran udara dan bensin serta gas pembakaran dari ruang bakar ke bak engkol selam langkah kompresi dan usaha. Jumlah pegas kompresi ini ada beberapa macam. Umumnya 2 pegas kompresi terpasang pada masing-masing torak. Pegas kompresi ini disebut ” Top Compression Ring” dan ” Second Compression Ring”
Tepi bagian atas pegas kompresi agak runcing dan bersentuhan dengan dinding silinder. Ini dirancang untuk menjamin agar dapat menutup hubungan antara pegas dan silinder, selain itu juga untuk mengikis oli mesin dari dinding silinder secara efektif




2.2. Pegas Pengontrol Oli

Pegas pengontrol oli diperlukan untuk membentuk lapisan oli(oil film) antara torak dan dinding silinder, selain itu juga untuk mengikis kelebihan oli agar mencegah masuknya oli ke dalam ruang bakar. Pegas oli ini disebut pegas ke tiga (third ring), ada dua tipe pegas pengontrol oli, tipe integral dan tipe three piece yang sering digunakan.



Tipe integral ini, pegas olinya dilengkapi dengan beberapa lubang untuk pengembalian oli (oil return0. lubang-lubang oli ini menembus lubang pada alur pegas torak, kelebihan oli yang dikikis oleh pegas ini masukl ke dalam lubang ini dan kembali ke dalam torak.
Pegas pengontrolan oli tipe three piece ini terdiri dari side rail yang berfungsinya untuk mengikis kelebihan oli dan expander yang mendorong side rail dan menekan pada dinding silinder dan ring groove, tipe three piece ini fungsinya sama dengan tipe integral.
2.3. Celah Ujung Pegas

Pegas torak akan mengembang bila dipanaskan sama halnya dengan torak, dengan alasan ini pegas torak dipotong pada satu tempat dan celahnya diposisikan sebelah kiri ketika terpasang didalam silinder, celah ini disebut celah ujung pegas ( ring end gap ). Besarnya  celah ini bermacam-macam tergantung pada jenis mesin dan umumnya antara 0,2 – 0,5 mm pada temperatur ruangan
Celah ujung pegas yang berlebihan akan menurunkan tekanan kompresi, sebaliknya celah yang kecil dapat menyebabkan kerusakan pada mesin bila ujung pegas saling berhubungan akibat dari pemuaian, pegas menjadi melengkung dan merusak dinding silinder


g. Pena Torak

Pena torak (piston Pin) menghubungkan torak dengan bagian ujung yang kecil (small end0 pada batang torak, dan meneruskan tekanan pembakaran yang berlaku pada torak ke batang torak.
Pena torak berlubang didalamnya untuk mengurangi berat berlebihan dan kedua ujung ditahan oleh bushing pena torak (piston pin boss)



Torak dan batang torak ( connecting rod ) dihubungkan secara khusus seperti diperlihatkan pada gambar. Pada model full floating, pena torak tidak terikat pada bushing torak atau batang torak, sehingga dapat bergerak bebas, pada kedua ujung pena ditahan oleh 2 buah pegas pengunci (snap ring)
Pada model semi floating, pena torak dipasang dan dibaut pada batang torak untuk mencegah lepas keluar, atau bagian ujung yang kecil pada batang torak terbagi dalam dua bagian dan pena torak di baut diantara keduannya. Pada model lainnya adalah tipe fixed, salah satu ujung penanya dibautkan pada torak.

h. Batang Torak

Batang torak (connecting rod) menghubungkan torak ke poros engkol dan selanjutnya meneruskan tenaga yang dihasilkan oleh torak ke poros engkol. Bagian ujung batang torak yang berhubungan dengan pena torak disebut small end, sedangkan  yang lainnya yang berhubungan dengan poros engkol disebut big end.
Crank pin berputar pada kecepatan tinggi didalam big end dan mengakibatkan temperatur menjadi tinggi, untuk menghindari hal tersebut yang diakibatkan panas, metal dipasang didalam big end, metal ini dilumasi dengan oli dan sebagian dari oli ini dipercikan dari lubang oli kebagian dalam torak untuk mendinginkan torak.
Batang torak harus dipasang ssuai tanda, bila salah pemasangan akan menutup lubang oli, untuk mencegah hal ini, tiap batang torak terdapat tanda, tanda ini bermacam-macam tergantung pada tipe mesin dan harus teliti dengan menggunakan Buku Pedoman Reparasi.

i. Poros Engkol

Tenaga (torque) yang digunakan untuk menggerakan roda kendaraan dihasilkan oleh gerakan batang torak dan dirubah menjadi gerak putaran pada poros engkol, poros engkol menerima beban yang besar dari torak dan batang torak serta berputar pada kecepatan tinggi, dengan alasan tersebut poros engkol umumnya dibuat dari baja carbon dengan tingkatan serta mempunyai daya tahan yang tinggi.

Crank Journal ditopang oleh bantalan poros engkol (crankshaft bearing) pada crankcase dan poros engkol berputar pada journal, masing-masing cranck journalmempunyai crack ram, atau arm dan crankpin letaknya dibagian ujung armnya.
Crank pin terpasang pada crankshaft tidak satu garis (offset) dengan porosnya, counterbalance weight dipasang seperti pada gambar untuk menjamin keseimbangan putaran yang ditimbulkan selama mesin beroperasi, poros engkol dilengkapi lubang oli untuk menyalurkan oli pelumasan pada crank journal, bantalan batang  torak, pena toran dan lain-lainnya.


j. Roda Penerus

Roda penerus (flywheel) dibuat dari baja tuang dengan mutu yang tinggi diikat oleh baut pada bagian belakang poros engkol dengan kendaraan yang menggunakan transmisi manual, poros engkol menerima tenaga putar (rotational force) dari torak selama langkah usaha, tapi tenaga itu hilang pada langkah-langkah lainnya seperti : inertia loss dan kehilangan akibat gesekan.
Roda penerus menyimpan tenaga putar (inertia) selama proses langkah lainnya kecuali langkah usaha oleh sebab itu poros engkol berputar secara terus menerus, hal ini menyebabkan mesin berputar dengan lembut yang diakibatkan getaran tenaga yang dihasilkan .

Roda penerus dilengkapi dengan ring gear yang dipasang dibagian luar gunanya untuk perkaitan dengan gigi pinion dari motor starter, pada kendaraan yang menggunakan transmisi otomatis sebagai pengganti flywheel dfigunakan torque converter.
Inertia loss berarti hilang tenaga, khususnya pada langkah kompresi, yang terjadi pada saat torak menekan ke atas memampatkan campuran udara dan bahan bakar.

k. Bantalan Poros Engkol

Crank pin dan journal poros engkol menerima beban yang besar 9dari tekanan gas pembakaran) dari torak dan berputar pada putaran tinggi, oleh sebab itu digunakan bantalan-bantalan antara pin dan journal yang dilumasi dengan oli untuk mencegah keausan serta mengurangi gesekan.
Poros engkol atau bagian-bagian lainnya yang berputar pada kecepatan tinggi dibawah beban besar menggunakan bantalan tipe sisipan (insert type bearing), tipe ini mempunyai daya tahan serta kemampuan mencegah keausan yang baik. Tipe bantalan sisipan ini terdiri dari lapisan baja (steel sheel) dan lapisan metal didalamnya. Bantalan ini berhubungan langsung dengan crankpin atau journal.
Lapisan baja mempunyai bibir pengunci (locking lip) untuk mencegah agar bantalan tidak ikutberputar, tipe bantalan sisipan ini ada beberapa macam, masing-masing mempunyai lapisan metal yang berbeda. Umumnya bantalan model sisipan dibuat dari metal (logam) putih, Kelmet metal atau alumunium.
Tiap bantalan mempunyai tanda nomer bantalan diatasnya, bila akan mengganti bantalan, gunakan bantalan dengan nomer bantalan yang sama. Gunakan buku perdoman reparasi untuk mengetahui nomer-nomer bantalan.

Oli pelumas harus disalurkan dengan cukup untuk mencegah kontak langsung  logam dengan logam, antara fixed bearing dan poros engkol selama berputar pada bantalan, diperlukan adanya celah yang tepat antara bantalan dan poros engkol untuk membentuk lapisan oli (oil Film), celah ini disebut celah oli (oil clearance) ukurannya bermacam-macam tergantung pada jenis mesinnya , tetapi pada umumnya antara 0,002 – 0,06 mm.

l. Mekanisme Katup

Puli timing crankshaft dipasang pada ujung poros engkol (crankshaft) dan puli timing camshaft dipasang pada ujung exhaust camshaft.
Exhaust camshaft digerakan oleh poros engkol melalui timing belt, intake camshaft digerakan oleh gigi-gigi yang berkaitan pada intake dan exhaust camshaft, jumlah dari gigi camsahft timing pulley dua kali dari gigi crankshaft timing pulley yang mana sumbu nok hanya berputar satu kali untuk setiap 2 kali putaran poros engkol.


Bila poros engkol berputar menyebabkan exhaust camshaft juga berputar melalui timing belt, sedangkan intake camshaft diputarkan oleh exhaust camshaft melalui roda-roda gigi, bila sumbu nok (camshaft) berputar, nok akan menekan kebawah pada valve lifter dan membuka katup, bila sumbu nok terus berputar maka katup akan menutup dengan adanya tekanan pegas. Setiap sumbu nok berputar satu kali, akan membuka dan menutup katup hisap dan katup buang satu kali pada setiap 2 putaran poros engkol.
Sumbu nok digerakan oleh poros engkol dengan beberapa metode, termasuk timing gear, timing chain dan timing belt.

1. Model timing gear

Metode ini dipergunakan pada mekanisme katup jenis OHV (Over Head Valve) yang letak sumbu noknya didalam blok silinder, timing gear biasanya menimbulkan bunyi yang keras dibandingkan dengan rantai, sehingga mesin bensin model penggerak katup ini menjadi kurang populer pada mesin bensin jaman sekarang.


2. Model Timing Chain

Model ini dipergunakan pada mesin OHC (Over Head Camshaft) dan DOHC (Dual Over Head Camshaft) sumbu noknya terletak diatas kepalasilinder, sumbu nok digerakan oleh rantai (timing chain) dan roda gigi sprocket sebagai pengganti timing gear. Timing chain dan roda gigi sprocket dilumasi dengan oli.
Tegangan rantai 9chain tension) diatur oleh chain tensioner, chain vibration (getaran rantai) dicegah oleh chain vibration damper, sumbu nok yang digerakan oleh rantai hanya sedikit menimbulkan bunyi disbanding dengan roda gigi (gear driven ) dan jenis ini amat popular.

3. Model Timing Belt

Sumbu nok (camshaft) digerakan oleh sabuk yang bergigi sebagai pengganti timing chain, sabuk (belt) selain tidak menimbulkan bunyi dibandingkan denagn rantai, juga tidak diperlukan pelumasan serta penyetelan tegangan.
Kelebihan lainnya,belt lebih ringan dibandingdengan model lain,  oleh karena itu model ini banyak digunakan pada mesin, belt penggerak sumbu nok ini dibuat dari fiberglass yang diperkuat dengan karet sehingga mempunyai daya regang yang baik dan hanya mempunyai penguluran yang kecil bila terjadi panas.




m. Sumbu Nok

Sumbu nok (camshaft) dilengkapi dengan sejumlah nok yang sama yaitu untuk katup hisap dan katup buang, Nok ini membuka dan menutup katup sesuai timing (saat) yang ditentukan. Gigi penggerak distributor (Distributor Drive Gear) dan Nok penggerak pompa bensin(fuel pump drive cam) juga dihubungkan dengan sumbu nok.
Sproket dan sebuah puli yang menempel pada ujung sumbu digerakan oleh poros engkol.



n. Pengangkat Katup

Pengangkat katup (valve lifter) adalah komponen yang berbentuk silinder pada mesin OHV, masing-masing dihubungkan dengan nok yang berhubungan dengan katup melalui batang penekan (push rod), pengangkatan katup bergerak turun dan naik pada pengantarnya yang terdapat didalam blok silinder saat sumbu nok berputar dan juga membuka dan menutup katup.
Mesin yang mempunyai pengangkat katup konvensional celah katupnya harus disetel dengan tepat, sebab tekanan panas mengakibatkan pemuaian pada komponen kerja katup, beberapa mesin yang modern ada yang bebas penyetelan celah yaitu dengan menggunakan pengangkat katup hidrolik dan dalam pengaturan celah katupnya dipertahankan pada 0 mm setiap saat, ini dapat dicapai dengan hidrolik lifter atau sealed hydraulik ( terdapat pada mesin tipe OHV ) atau katup last adjuster (terdapat pada mesin tipe OHC)

o. Batang Penekan

Batang penekan (push rod) berbentuk batang yang kecil masing-masing dihubingkan pada pengankat katup (valve lifter) dan rocker arm pada mesin OHV, batang katup ini meneruskan gerakan dari pengangkat katup ke rocker arm.







p. Rocker Arm dan Shaft

Rocker arm dipasang pada rocker arm shaft, bila rocker arm ditekan keatas oleh batang penekan (push rod), katup akan tertekan dan membuka. Rocker arm dilengkapi dengan skrup dan mur pengunci (lock nut) untuk penyetelan celah katup.
Rocker arm yang menggunakan pengangkat katup hidolik tidak dilengkapi skrup dan mur penyetalan.




q. Sistem Pelumasan

Saat mesin mulai berputar, gesekan yang terjadi natara bagian-bagian mesin akan menyebabkan hilangnya tenaga dan bagian-bagian mesin tersebut menjadi aus, oli pelumas melumasi secara kontinyu ke bagian-bagian mesin untuk mencegah keausan, oli pelumas ini diatur oleh sistem pelumasan mesin.
Lapisan oli (Oil Film) terbentuk diantara poros dan bantalan yang berfungsi untuk mencegah kontak langsung, saat poros bergerak lambat pada lapisan olidan tidak bersinggungan langsung dengan bantalan, gesekan antara dua bagian yang bergerak tetap ada tetapi hanya kecil sekali.

Fungsi lain oli pelumasan adalah :
1. Oli membentuk lapisan (oil film) mencegah kontak langsung permukaan logam dengan logam, mengurangi gesekan dan mencegah keausan dan panas.
2. Oli mendinginkan pada bagian-bagian mesin.
3. Berfungsi sebagai seal antara torak dengan lubang dinding silinder.
4. Mengeluarkan kotoran dari bagian-bagian mesin
5. Mencegah karat pada bagian-bagian mesin.

Oli disalurkan kebagian-bagian mesin yang bergerak dengan beberapa cara, yaitu :
1.  Cara sistem tekanan penuh (fully pressured method).
2.  Cara percikan
3.  Cara kombinasi

Dalam sistem tekanan ini, oli ditekan oleh gerakan mekanik dari pompa oli dan disalurkan ke bagian-bagian mesin yang bergerak.





















0 komentar:

Poskan Komentar